Pembaruan di MMORPG, Bikin Permainan Semakin Mendebarkan

loading…

Update terbaru Ragnarok Origin menghadirkan gameplay dan konten baru yang mendebarkan. FOTO/ RG

JAKARTAGame Ragnarok Origin massively multiplayer online role-playing game (MMORPG) akhirnya merilis versi terbaru.

BACA JUGA – Nintendo Rilis Konsol Game Switch Lite Terbaru

Game yang dikembangkan oleh perusahaan video game asal Korea Selatan, Gravity, ini merilis pengalaman menggembirakan di Festival Musim Panas ROO.

Secara keseluruhan, update terbaru Ragnarok Origin menghadirkan gameplay dan konten baru yang mendebarkan.

Pembaruan difokuskan pada lima hal sebagai berikut. Pertama adalah pengalaman bermain yang memungkinkan pemain untuk melewati perjalanan yang dipenuhi oleh keajaiban Alkimia. Potensi sejati para Alchemist akan muncul saat mereka melampaui Sang Ahli Biokimia yang hebat.

Pembaruan kedua adalah Alchemist Benefit Event yang berlangsung pada 19 Juli hingga 19 Agustus. Pemain yang bisa mengikuti event spesial ini adalah mereka yang sudah melampaui level 70 dan base level 25 atau lebih.

Pembaruan ketiga adalah Guild Expedition Cross-Server yang dikhususkan untuk para pemain yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam pertempuran Guild Expedition Cross-Server yang akan terbuka secara eksklusif untuk mereka.

Tidak lagi terikat oleh server asal, mereka akan bersaing di panggung yang lebih megah. Dalam Guild Expedition Cross-Server, para pemain juga akan membawa hadiah yang lebih besar.

Pembaruan keempat adalah Emoji Machine yang memberikan kesempatan bagi para pemain memenangkan hadiah yang luar biasa. Hadiah akan didistribusikan berdasarkan tiga ikon yang ditampilkan selama pengundian.

Dan pembaruan terakhir adalah Konten Tambahan, memperkenalkan Smeldon Cogwheel baru dan koleksi kostum baru yang menawan.

(wbs)

Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget

loading…

Gran Turismo memberikan tontonan balapan yang seru dan menegangkan. Tapi, secara plot dan cerita, film ini tidak terlalu menjanjikan karena kurang pendalaman. (Foto: IGN)

Gran Turismo menampilkan aksi balapan seru yang mendebarkan. Mobil-mobil cepat tampil di film ini dengan pengendara yang tak kenal takut untuk berbuat kotor demi mencapai kemenangan. Namun, film ini mengangkat kisah nyata seorang pembalap underdog yang harus membuktikan dirinya.

Awalnya, Gran Turismo adalah sebuah simulasi balap. Para pemainnya bersaing menjadi yang tercepat di sirkuit di seluruh dunia secara virtual. Di dunia nyata, para gamer ini bukanlah pembalap profesional. Salah satunya adalah Jann Mardenborough.

Jann menghabiskan waktu luangnya untuk balapan virtual itu. Baginya, balapan di dunia virtual bisa memuaskan keinginannya untuk menjadi pembalap yang tidak disetujui ayahnya, seorang mantan pemain bola untuk Cardiff City. Sampai suatu hari, kesempatan langka datang. Dia terpilih masuk Akademi Gran Turismo.

Begitu masuk Akademi, Jann akhirnya mencicipi kerasnya balapan dunia nyata. Orang tidak bisa dengan seenaknya memulai lagi begitu mereka tabrakan atau melakukan kesalahan. Belum lagi pembalap seperti dirinya dianggap remeh dan disepelekan karena dicap sebagai pembalap amatiran.

Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget

Foto: Autosport

Namun, Jann menjawab semua keraguan itu dengan selalu berusaha tampil gemilang di setiap lintasan. Awal-awal dia memang kesulitan. Tapi, begitu dia bisa menguasai dirinya, Jann bisa diandalkan. Terlebih, Jann punya mentor yang luar biasa, Jack Salter.

Para penyuka game Gran Turismo akan diajak untuk tahu seperti apa Akademi GT itu. Penonton biasa yang tidak tahu seperti apa game tersebut juga tidak perlu khawatir karena film ini dengan gamblang menjelaskan apa itu Gran Turismo dan lain sebagainya. Balapan yang dihadirkan juga seru.

Balapan yang dihadirkan lumayan bikin tegang dari awal sampai akhir. Karena pembalapnya adalah underdog dan tidak berpengalaman, adrenaline-nya jadi lebih tinggi dari biasa. Orang akan terus berharap kalau Jann memenangkan setiap pertandingan yang dia ikuti.

Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget

Foto: YouTube

Sepanjang film, Jann tidak terlalu memperlihatkan perkembangan karakter. Sejak awal, dia sudah diperkenalkan sebagai anak keras kepala yang tidak mudah menyerah. Ini membuat hubungannya dengan keluarganya, terutama ayahnya, memburuk. Ayahnya ingin agar Jann mengikuti jejaknya sebagai pemain sepak bola.

Sayangnya, konflik antara Jann dan ayahnya ini tidak dieksplorasi dengan lebih dalam. Alih-alih, film ini malah memasukkan karakter Audrey, cewek yang ditaksir Jann. Padahal, kehadiran Audrey sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi Jann. Tidak ada drama dan hambar saja hubungannya.

Di film itu, Jann sempat mengalami krisis kepercayaan diri dan ogah membalap lagi. Tapi, hal yang memotivasinya bukan keraguan orang tuanya, melainkan kecelakaan yang dia alami dan menewaskan satu orang penonton. Bagi sejumlah orang, ini terasa mengganggu dan kurang dramatis. Akan lebih dramatis kalau ayahnya adalah alasannya untuk tetap unjuk gigi.

Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget

Foto: The Independent

Sementara Archie Madekwe berusaha keras untuk memerankan karakter Jann dengan sebaik mungkin, Orlando Bloom yang berperan sebagai Danny Moore, sales Nissan, malah muncul seperti orang kikuk yang terlihat tidak pernah yakin dengan apa yang dia lakukan. Tentu, dia adalah karakter pendamping di sini, tapi, dia adalah pencetus ide Akademi GT dan seharusnya karakternya bisa jauh lebih baik.

Di sisi lain, David Harbour dengan baik memerankan Jack Salter. Dia mampu menampilkan sosok Jack yang sarkastis, angkuh, dan suka meremehkan orang lain. Tapi, dia juga sebenarnya seorang yang rapuh karena trauma masa lalu. Sebagai orang di usianya, dia juga pas karena tidak terlalu mengikuti teknologi. Jack suka mendengarkan musik dari Walkman tua dengan kaset sebagai sumber musiknya.

Djimon Hounsou yang berperan sebagai Steve Mardenborough, ayah Jann, juga tampil memukau. Sayangnya, porsi tampilnya yang tidak banyak di film ini, membuat karakternya seolah terlupakan. Padahal, dia bisa menjadi sumber drama terbaik dalam perjalanan karier Jann.

Review Film Gran Turismo: Balapan Mendebarkan yang Kurang Greget

Foto: Jalopnik

Kalau bukan karena faktor balapannya, Gran Turismo sepertinya tidak akan menjadi film yang menarik. Neil Blomkamp, sutradaranya, sepertinya banyak mengambil inspirasi drama di sirkuit dari film seperti Ford vs Ferrari dan juga Le Mans. Film ini juga menampilkan balapan Le Mans, jadi bukan sesuatu yang mengejutkan kalau ada penampilan sirkuit tersebut.

Gran Turismo mengadaptasi cerita nyata Jann Mardenborough yang seharusnya menginspirasi banyak orang. Tapi, ceritanya yang kurang mendalam dan tambahan subplot yang tidak penting membuat ceritanya jadi kurang greget. Balapannya memang seru, tapi drama di luar arenanya kurang mendukung.

Gran Turismo memberikan tontonan balapan yang seru dan menegangkan. Tapi, secara plot dan cerita, film ini tidak terlalu menjanjikan karena kurangnya pendalaman. Film ini masih seru buat ditonton bagi yang memang suka tontonan pemicu adrenaline.

Gran Turismo sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia pada hari ini, Rabu (23/8). Film ini berdurasi 2 jam 15 menit dengan rating penonton 13 tahun ke atas. Selamat menyaksikan!

(alv)