Fortnite Jadi Game Tersukses, Epic Games Justru Pecat 870 Karyawan

loading…

Epic Games, perusahaan pembuat Fortnite, bakal memecat sebanyak 870 karyawan karena mengalami kerugian besar. Foto: ist

JAKARTA – Epic Games, produsen game terkenal Fortnite, dilaporkan memecat 870 karyawan. Padahal game tersebut sangat laris di pasaran. Apa penyebabnya?

Dilaporkan BBC, Jumat (29/9) ini, Epic Games tidak hanya memecat karyawan tapi juga menjual situs Bandcamp. Tim Sweeney, CEO Epic Games langsung mengirimkan surat kepada ratusan karyawan yang dipecat.

Dalam surat itu Tim Sweeney mengatakan bahwa mereka sudah berusaha keras untuk menekan biaya pengeluaran. Namun, usaha itu tetap tidak mampu menahan biaya pengeluaran yang sangat besar.

“Kami akhirnya memutuskan merumahkan karyawan adalah satu-satunya cara. Langkah ini diyakini bisa menyeimbangkan kondisi finansial kita,” tulis Tim Sweeney.

Fortnite Jadi Game Tersukses, Epic Games Justru Pecat 870 Karyawan

Kantor perwakilan Epic Games di Jerman. Foto: ist

Disebutkan BBC Epic memiliki kantor perwakilan di seluruh dunia termasuk di Inggris. Hanya saja belum diketahui di mana PHK akan terjadi. Yang pasti menurut Tim Sweeney pemnutusan kerja itu tidak akan mengganggu inti bisnis Epic Games. Dia menggambarkan sekitar dua pertiga dari PHK terjadi di luar bidang penting bisnis games.

Berita ini tentu sangat ironis mengingat Epic Games memiliki permainan yang sangat popular di dunia, Fortnite. Game itu bahkan sudah memiliki 400 juta pengguna terdaftar.

Hanya saja memang Epic Games terus mengalami masalah belakangan ini. Mereka bahkan baru saja harus membayar biaya kompensasi ke pengguna senilai USD245 juta atau sekitar Rp3,7 triliun.

Kesepakatan itu menyusul keluhan yang diajukan para orang tua ke Komisi Perdagangan Amerika Serikat (FTC). Para orang tua frustasi karena anak-anak mereka dengan mudah membeli tool berbayar di Fortnite tanpa izin.

Menurut temuan FTC, Fortnite menggunakan desain antarmuka yang seakan memancing pemain untuk membeli item tak diinginkan. “Epic (developer Fortnite) memudahkan anak-anak membeli item berbayar tanpa izin orang tua. Fortnite juga mengunci akun pengguna ketika pembayaran tak diselesaikan,” dikutip dari CNBC, Rabu(20/9)lalu.

(dan)