Game Sebagai Media Belajar

Karena keasyikan main game, tidak sedikit orang penasaran dengan pembuatannya, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan game. Dari rasa penasaran tersebut, lahirlah produsen, tester, dan reviewer.

Bahkan, ada gamer yang setiap hari bermain game untuk memenangi kompetisi. ”Jangan salah, pecandu game bisa juga memberi dampak positif bagi pemainnya. Menjadi game developer pun mulanya juga karena saya sering main game,” tutur Prasetyo Andy Wicaksono, CEO Layang-layang Mobile. Game yang dibuat oleh Prasetyo Andy Wicaksono dengan timnya adalah Cepat Tepat. Bergenre kasual, Cepat Tepat diprogram untuk membungkus belajar secara menyenangkan.

Sebab, game tersebut berisi banyak sekali pelajaran. ”Belajar tidak harus membaca buku, tapi bisa dengan melalui game,” katanya. Ide game Cepat Tepat yang digarap oleh Layang-Layang Mobile itu berasal dari metode guru SD yang menguji muridmuridnya dengan memberikan pertanyaan secara berebutan.

Gameplay Cepat Tepat sendiri berupa pilihan benar dan salah. Gamer diberikan sebuah pernyataan dan menentukan apakah itu fakta atau sebaliknya. Pernyataan ini terkadang menjebak. Karena itu, gamer harus jeli, seperti Soekarno yang ditulis Soetarwo. Hal itu memang disengaja untuk mengecoh gamer.

Game Cepat Tepat juga mengajak gamer gegas dalam mengambil keputusan. Hanya ada 10 detik untuk menjawab. Semakin cepat memilih, maka semakin bagus nilainya. Game yang dibuat Layang- Layang Mobile itu termasuk dalam game semi online, di sini gamer bisa memainkannya tanpa harus tersambung ke internet.

Namun, skor yang didapat akan diunggah otomatis ketika tersambung ke internet. Jumlah pengunduh game tersebut sudah lebih dari 20.000 kali di platform iOS, Android, dan BlackBerry 10. Meski demikian, Prasetyo mengaku tidak mengambil untung banyak dari game yang dibuat bersama timnya. Sebab, omzet yang di dapat hanya USD200 per bulan dari pemasangan iklan.

Ulfiana

(bbg)