Ketahuilah Biaya Over Kredit Rumah di Bank BTN dari Penjelasan Berikut Ini

Mempunyai rumah idaman adalah impian bagi semua orang, namun hal tersebut adalah hal mewah bagi sebagian orang. Hadirnya biaya over kredit rumah di bank BTN menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan sebuah hunian. Penasaran dengan penjelasan lebih lanjutnya, berikut ulasannya:

Biaya Over Kredit bagi Pembeli

Ada biaya over kredit yang dibebankan kepada pembeli. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Uang Tanda Jadi

Kesepakatan yang terwujud sebagai tanda jadi, bahwa pembeli menyetujui pembelian rumah tersebut dengan adanya uang tanda jadi. Hal ini bertujuan agar penjual tidak memproses biaya over kredit rumah di bank BTN kepada pihak lain. Sejumlah uang yang diberikan yaitu sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak.

Uang tanda jadi inilah yang biasanya akan mengikat kedua belah pihak sebelum terjadinya transaksi yang sah. Berikutnya penjual akan menjelaskan keterangan terkait pembelian aset yang akan ditawarkan. Nah, jika sudah disepakati dan pembeli menyetujui maka selanjutnya adalah pemberian uang tanda jadi.

2. Uang Muka

Sama dengan metode pembayaran KPR pada umumnya, pada over kredit rumah terdapat kewajiban yang mengharuskan pembeli untuk membayarkan uang dimuka. Pembayaran tersebut tetapi bukan diberikan kepada pihak bank melainkan kepada penjual.

Pemberian uang muka yang dikeluarkan oleh pembeli berkisar antara 10 hingga 20 persen. Itu semua terjadi berkat kesepakatan yang telah disetujui bersama, sehingga dikemudian hari tidak akan terdapat gugatan yang merugikan. Pada biaya kredit rumah second biasanya akan terdapat perbandingan harga yang lebih tinggi dibanding dengan rumah baru.

Baca Juga :  Begini Cara Pengecekan Daftar Nama Blacklist Bank Indonesia, Cek Dulu sebelum Tersesat!

3. Biaya KPR

Biasanya untuk mengakhiri proses dalam pembelian rumah, pembeli akan membayarkan biaya sisanya kepada bank. Terdapat beberapa dokumen surat menyurat yang perlu untuk diurus. Dokumen administrasi tersebut sangatlah penting dalam kasus pembelian rumah, dimana seperti asuransi, notaris, serta administrasi lainnya.

Persyaratan terkait dokumen yang harus dilengkapi oleh pihak pembeli dan penjual dalam sistem over kredit haruslah terpenuhi. Beberapa syarat tersebut tidak bisa jika salah satunya kurang. Berikut sejumlah persyaratan dokumen pribadi yang harus dilengkapi, yaitu:

  • Salinan e-KTP.
  • Terdaftar sebagai WNI dan sudah ber KTP.
  • Mempunyai NPWP.
  • Memiliki Akta Nikah dan Kartu Keluarga.
  • Mempunyai pekerjaan tetap.
  • Rekening koran tiga bulan terakhir.

4. Pajak Pembeli

Dalam transaksi yang melibatkan jual beli rumah, pembeli akan diwajibkan untuk membayar pajak. Pembayaran pajak ini akan dibebankan sebesar 5 persen dari pembelian rumah. Semua proses pembayarannya akan diurus oleh ahli notaris, sebelumnya dilakukan setelah dinyatakan serah terima terlebih dahulu.

Biaya Over Kredit bagi Penjual

Selain penjelasan yang terkait dengan pembiayaan over kredit yang dibebankan kepada pembeli rumah, ada pula hal lainnya. Sementara itu, ada 2 biaya yang dibebankan kepada pihak penjual, antara lain yaitu:

Baca Juga :  7 Keuntungan Deposito BCA, Calon Nasabah Wajib Tahu Sebelum Mencoba!

1. Biaya Pinalti

Kegiatan yang wajib untuk dilakukan oleh para penjual rumah yaitu biaya pinalti terhadap pelunasan rumah. Sejumlah biaya tersebut dilakukan sebelum penjual melakukan kesepakatan di awal. Hal tersebutlah yang biasanya masuk ke dalam kategori tenor yang lebih cepat.

Setiap bank memiliki perbedaan dalam memberikan sejumlah biaya tersebut. Semuanya tergantung dari kebijakan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Biasanya biaya yang diberikan sebesar 1 sampai 3 persen dari setiap cicilan tiap bulannya.

2. Pajak Penjualan

Pembayaran pajak tidak hanya berlaku untuk pembeli saja namun penjual pun akan dikenakan sejumlah biaya pajak. Perbedaan penjual dan pembeli dalam pembayaran pajak yaitu penjual akan dikenakan biaya lebih sedikit. Jumlah yang dibayarkan yaitu sebesar 2.5 persen dari penjualan yang sudah disetujui . Pembiayaan tersebut akan diserahkan kepada ahli notaris.

Demikianlah penjelasan terkait biaya over kredit rumah di bank BTN yang dikenakan oleh penjual ataupun pembeli. Dalam hal pembayaran pajak yang dibayarkan oleh kedua pihak juga dirasa adil. Hadirnya over kredit tersebut secara tidak langsung membantu banyak orang untuk memperoleh hunian.

Check Also

Pengajuan Kredit Renovasi Rumah Bank BTN dengan Mudah

Saat ini, dana renovasi rumah bisa didapat dari pinjaman di bank. Salah satu bank yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *